KHAWATIR?

Bacaan> Matius 6:25-34

KHAWATIR

Hallo….

Siapa dari kita yang nggak pernah khawatir? Yap..nggak ada satu pun…Kita semua pernah khawatir, bahkan nggak jarang dari kita yang khawatir sampai emosi, stress, bahkan sakit. Nah, tapi pada tahu nggak khawatir itu apa? Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, khawatir adalah sebuah kondisi ketakutan yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal yang belum terjadi. Jadi, unsur utama dari kuatir adalah takut, sesuatu, dan belum terjadi.

Khawatir itu misalnya, ketika kita mau ujian biasanya sebagian dari kita akan mengalami khawatir yang luar biasa. Apalagi kalau kita belum belajar atau materi ujiannya sulit. Kita akan ketakutan tidak mampu melewati ujian, dapat nilai jelek, atau bahkan dimarahi orangtua karena gagal ujian. Tapi sadarkah bahwa semua yang ditakutkan tadi adalah hal-hal yang sama sekali belum terjadi. Bila sudah terlewati, biasanya kita tidak akan setakut sebelum ujian, sekalipun nilai yang kita dapat memang jelek.

Khawatir adalah kondisi yang sangat mengintimidasi kita dan kontraproduktif dengan nilai-nilai positif yang ada di diri kita. Apalagi bila dikaitkan dengan sikap iman kita terhadap Tuhan. Kekhawatiran akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan juga dapat menjadi tanda lemahnya kepercayaan kita terhadap kuasa Tuhan yang dinyatakan atas hidup kita. Sekilas khawatir seolah berasal dari ekternal diri kita dan bersifat situasional, tapi bila kita cermati lagi, khawatir adalah perihal internal diri kita dan masalahnya terletak pada sikap hati. Bagaimana cara pandang diri kita dalam menyikapi sebuah permasalahan akan menjadi titik awal terjadi atau tidaknya kekhawatiran.

Sesuai dengan definisi khawatir, dapat disimpulkan bahwa kekhawatiran muncul karena tidak jelasnya kepastian akan sebuah permasalahan. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah sebuah kepastian hidup dan sesuai iman Kristiani yang kita miliki, kepastian hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sikap hati kita harus mulai beralih dari fokus pada masalah dan kekhawatiran menjadi fokus pada Tuhan dan berbagai rencanaNya dalam hidup kita. Hanya ini yang dapat memberikan kepastian dalam hidup kita dan mengatasi segala macam kekhawatiran. Selain itu, kita akan diperhadapkan lagi pada pertanyaan “seberapa besar iman kita akan kuasa Tuhan atas hidup kita?”. Jadi, khawatir itu wajar dan biasa terjadi selama kita masih merasa jadi manusia, tapi fokus pada Tuhan dan segala rencanaNya akan jadi sesuatu yang luar biasa untuk menghadapi kekhawatiran hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s