YUDAS MODERN

Bacaan > Matius 26: 14-25

Nats > Mat 26: 24-25

Bro n Sist…

Siapa yang nggak kenal Yudas Iskariot? Salah seorang dari 12 murid Yesus yang juga adalah orang yang menyerahkan Yesus kepada imam-imam kepala sampai akhirnya Ia disalib. Kalau kita pikirkan lagi, sebenanrnya apa yang buat Yudas sampai tega menyerahkan Yesus yang begitu baik padanya hanya demi 30 keping uang perak? Sangat nggak logis ya…

Mungkin memang Yudas terasa sangat sadis dengan prosesi pengkhianatan ini. Bahkan, ketika berada di perjamuan terakhir, Yudas masih sempat-sempatnya untuk mengelak dan berkata bahwa orang yang dimaksudkan Yesus berkhianat adalah bukan dirinya. Mungkin pada saat itu, cukup sedih juga buat Yesus ketika tahu, bahwa ternyata orang yang pada akhirnya menyerahkan Dia kepada kematian adalah salah seorang dari 12 murid yang dikasihiNya. Kurang sadis apa coba si Yudas ini?

Nah, kisah kematian Yesus kan udah lebih dari 2000 tahun yang lalu, tapi sekarang coba kita pikirkan…kira-kira ada nggak “manusia” sejenis Yudas di tengah-tengah kehidupan kita sebagai anak-anaknya Tuhan Yesus?. Berdasarkan ayat yang kita baca, maka kriterianya adalah:

  1. Murid Yesus (yang artinya adalah seorang penganut ajaran Kristen, atau bahkan manusia yang ada dalam dunia pelayanan gereja)
  2. Menjual nama Yesus demi keuntungan pribadi
  3. Berbuat keburukan namun mengelak supaya dikatakan baik (munafik)

Ya, kira-kira ada atau nggak orang yang seperti ini? Dan jawabannya adalah buanyaaaakkkk….bahkan bila kita jujur, Yudas pun ada dalam diri kita, bahkan terkadang mengontrol hati serta pikiran untuk terus “mengkhianati” Tuhan Yesus.

Guys, keburukan dan kebaikan akan selalu ada dalam hidup kita. Ini adalah sebuah realita yang nggak akan pernah berakhir sampai Tuhan datang yang kedua kali. Masalahnya bukan di kebaikan dan keburukan, tapi ada di sikap kita dalam meresponi kedua hal yang bertolak belakang ini. Respon ini merupakan sebuah pilihan yang diberikan oleh Tuhan, tinggal kita mau memilih yang mana. Kondisi ini sama seperti ketika Yudas diberikan pilihan untuk menjual Yesus atau tidak.

Kebijakan dalam memilih benar-benar kita butuhin untuk menentukan yang terbaik dan tidak menyakiti Tuhan. Masalahnya, kita sering nggak ngerti situasi ini…dan saat inilah kita membutuhkan kedekatan dengan Tuhan untuk selalu menjaga sikap hati kita agar tidak menjadi “Yudas modern” dalam kehidupan ini.

Cheers,

( @phoshone / bayu.satito@gmail.com / (+62) 812 8552 0248 )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s