UJUNG TOMBAK KEINDAHAN RAJA AMPAT YANG SIAP DITUSUKKAN

IMG_3693

Langit yang berwarna biru muda membaur dengan kelamnya biru lautan. Terpisah oleh cakrawala yang begitu megah membawaku pada indahnya bumi khatulistiwa. Gumpalan-gumpalan putih awan pun cantik menghiasi langit hari itu yang akan membawaku lebih terpana lagi oleh magisnya panorama Kepulauan Raja Ampat, Indonesia.

Angin mengiringi perahu motor yang kunaiki menyusuri ombak teduh perairan ini. Hampir 2 jam aku berlayar dari pelabuhan Waisai, namun rasa lelah sama sekali tidak terasa. Perjalanku sungguh menarik dan sangat berkesan. Aku semakin tak sabar menyaksikan keindahan alami yang segera akan kutemui. Aku menuju sebuah lukisan alam yang bertajuk Piaynemo.

IMG_3602 IMG_3607

Piaynemo adalah sebuah gugusan pulau karang nan indah yang membentuk gumpalan-gumpalan hijau di atas permukaan laut. Tempat ini adalah sebuah obyek wisata unggulan yang dimiliki oleh kawasan Kepulauan Raja Ampat. Piay dalam bahasa lokal berarti mata tombak dan Nemo berarti ditusukkan, maka secara umum Piaynemo berarti Mata tombak yang ditusukkan. Menurut warga setempat yang bertugas menjaga obyek ini, nama Piaynemo diberikan karena keindahan tempat ini dianggap setajam ujung tombak dan siap untuk ditusukkan.

Memasuki perairan Piaynemo, perahu motor yang kunaiki harus merapat di sebuah dermaga yang menjadi tempat tinggal penjaga tempat ini. Perlu diketahui, perairan Piaynemo adalah perairan adat yang mengharuskan para pengunjung untuk melaporkan kedatangannya terlebih dulu kepada penjaga tempat ini yang merupakan penduduk lokal. Setelah melaporkan kedatangan, sejenak aku berkeliling dermaga tersebut. Menariknya, bukan hanya sekedar dermaga, tempat itu juga memiliki penangkaran anak-anak ikan hiu. Ikan-ikan hiu ini datang sendiri karena memang wilayah Piaynemo adalah salah satu habitat hiu yang ada di Raja Ampat.

Tidak hanya sampai di penangkaran ikan hiu, tempat ini juga memiliki sebuah pantai tersembunyi yang terletak di bagian belakang salah satu pulau karang terbesar di Piaynemo. Pantai ini membentuk setengah lingkaran dengan pasir putih yang membaur dengan indahnya pepohonan hijau yang memikat serta birunya lautan lepas Raja Ampat. Aku terdiam sejenak menikmati pemandangan ini dan rasa syukur tak ada hentinya terucap di hatiku akan anugerah alam dari Tuhan ini.

IMG_3938IMG_3939

Setelah beberapa saat beristirahat di pos jaga dan dermaga Piaynemo ini, aku pun segera beranjak untuk menikmati Piaynemo yang sesungguhnya. Perahu yang bersandar pun segera bergeser ke satu tempat di Piaynemo yang bernama bukit bintang. Awalnya aku heran mengapa dinamakan bukit bintang, sampai akhirnya aku sampai di tempat tersebut dan mulai memanjat sebuah bukit yang penuh dengan karang. Pijakan demi pijakan kulalui di bukit karang tajam ini. Memang pendakian ini terasa berat karena tajamnya karang dan curamnya bukit tersebut. Sesekali aku melihat ke bawah dan ketakutan pun muncul membuatku ragu untuk melanjutkan. Namun, akhirnya aku pun berhasil sampai di puncaknya dan tahu benar kenapa bukit ini dinamakan bukit bintang. Dari titik paling atas bukit ini, aku dapat menyaksikan sebuah gugusan kecil pulau yang membentuk formasi unik dan membuat laut di bawahnya menjadi seperti bintang.

Tidak lama di bukit bintang, aku pun beranjak ke lokasi selanjutnya. Tempat ini adalah sebuah bukit yang lebih tinggi dari bukit bintang, namun sudah lebih nyaman untuk didaki karena pemerintah setempat sudah membangun deretan tangga sehingga memudahkan pengunjung untuk sampai di titik tertinggi bukit tersebut. Dengan adanya tangga ini, pengunjung tidak lagi harus mendaki karang-karang nan tajam seperti di bukit bintang. Sekitar 200 anak tangga aku naiki hingga aku sampai di sebuah balkon yang memiliki pemandangan luar biasa. Konon, titik tertinggi ini adalah tempat dengan pemandangan paling indah di Piaynemo karena dapat melihat seluruh gugusan pulau karang yang ada di Piaynemo.

IMG_3625

Bagiku, tempat ini seperti mimpi. Terik matahari siang yang begitu menusuk pun sudah tak kurasakan lagi. Tempat ini benar-benar luar biasa seperti memiliki kekuatan magis untuk memesona siapapun yang mengunjunginya. Setelah hampir 3 jam di tempat ini, aku pun bersiap pindah ke obyek wisata lainnya. Kembali dari Piaynemo, aku seperti belum terbangun dari mimpi. Obrolan Piaynemo nampaknya akan menjadi topik utama sepanjang satu minggu ke depan. Nampaknya tepat, bila dikatakan bahwa Piaynemo adalah ujung tombak keindahan Raja Ampat yang siap ditusukkan ke hati setiap pengunjungnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s