FILOSOFI TAHUN BARU

279631_ilustrasi-menghadapi-tahun-2015-_663_382

Tahun Baru selalu jadi sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Momen ini adalah satu hari yang seringkali dijadikan titik mula seseorang melakukan atau merencanakan sesuatu. Mungkin berkaitan dengan namanya yang “BARU” sehingga mudah untuk dikonotasikan dengan saat tepat mengawali sesuatu.

Banyak yang dilakukan orang ketika menghadapi momen Tahun Baru. Berbagai kegiatan mulai dari pesta pora, rapat awal tahun, hingga ibadah dan perenungan seringkali menjadi aktifitas rutin setiap Tahun Baru. Salah satu yang menjadi kebiasaan orang secara umum adalah refleksi dan resolusi kehidupan. Refleksi berkenaan dengan perenungan kembali apa yang telah dilalui di tahun sebelumnya, sedangkan resolusi terkait dengan pencapaian-pencapaian yang akan diraih di tahun yang baru.

Refleksi dan resolusi biasanya berkaitan dan mencerminkan sebuah benang merah kehidupan antara masa lalu dan masa mendatang. Sewajarnya manusia selalu mempunyai sisi positif dan negatif kehidupan, refleksi pun dapat menjadi sebuah evaluasi atas kekurangan-kekurangan di masa lalu. Berhubungan dengan kekurangan ini, maka resolusi pun hadir sebagai jawaban atas harapan untuk memperbaiki kekurangan di masa lalu agar menjadi lebih baik lagi.

Inilah sebuah dinamika kehidupan manusia yang selalu menarik untuk direnungkan atau bahkan dipelajari. Dari refleksi dan resolusi dapat terlihat dan dipahami bahwa manusia adalah makhluk yang selalu berkembang baik dari fisik maupun spiritual. Manusia selalu mencari yang lebih baik dari sebelumnya, ini sepertinya adalah sifat natural karakter manusia secara umum. Tetapi lebih dari ini semua, yang paling penting adalah proses yang dilalui dimana ada perbaikan dari yang kurang menuju yang tidak kurang. Kemudian sebagai makhluk yang terus berevolusi, manusia akan terus mengalami perbaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Memang tidak dipungkiri, sesekali ada proses yang gagal dilakukan. Biasanya ini disebabkan faktor eksternal dari individu yang bersangkutan. Kondisi keluarga, masalah lingkungan, tekanan pekerjaan dan berbagai masalah di luar diri lainnya akan membuat seseorang kehilangan percaya diri, takut atau bahkan berusaha membunuh dirinya sendiri. Hal-hal inilah yang biasanya membuat proses perbaikan tidak berjalan dengan sempurna. Namun, hal ini bukanlah akhir dari sistem perbaikan yang sudah berlangsung. Karena menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah sifat natural manusia, proses perbaikan akan terus berlangsung sekalipun harus terjadi pada individu yang berbeda. Akhirnya, mereka yang bertahan dengan sifat natural ini akan terus melaju dan sebaliknya yang tidak mampu akan “tergilas” dengan sendirinya. Seleksi alam pun terjadi.

Kembali ke Tahun Baru, sebenarnya inilah yang seharusnya kita lakukan. Pada titik tertentu, manusia harus selalu memperbaharui diri untuk menjadi lebih baik lagi. Tahun baru adalah sebuah sistem yang dibuat oleh manusia sendiri untu dijadikan titik mula penghitungan masa yang baru. Lebih dari bentuknya sebagai momen kehidupan, Tahun Baru adalah sebuah filosofi mendalam tentang kehidupan. Melalui pemahaman akan Tahun Baru, kita dapat sama-sama belajar bahwa pembaharuan hidup itu penting untuk membawa kita ke hidup yang lebih baik lagi.

SELAMAT TAHUN BARU 2015.

Tuhan Memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s