Guratan pena Sang Kuasa tambatkan hati pada manja panorama.
Bergegas jiwa palingkan wajah pada keindahannya. Pikirku Dia adalah seni tertinggi yang dimiliki semesta.
Aku terperanjat memandang hasilNya, hanya syukur yang terucap.
Padahal hati ini lelah dan tertatih karena kebodohanku selama ini, merangkak demi satu karya yang bernama cinta. Mungkinkah aku kehilanganNya atau semua ini hanya tatapan semu jiwa di balik pilu.
Aku memohon lirih pada perih untuk mengikis tiap relung asa yang tersisa.
Harapku padaNya untuk manjakan mata dan hati pada setitik mimpi masa depan yang harus kugapai.
Rinduku pada rindu.

phosphone | ternate | 2015 – with No

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s