SEPI DALAM HARAPAN YANG MATI

Kehadiranmu melemahkanku namun aku merindukanmu.

Tak perlu daging dan darah untuk membuatku lunglai tak berdaya, hanya lirikan dalam gambar pun mampu getarkan tiap ujung rambut di pori-pori kulit ini.

Aku tak tahu dimana posisiku dalam keheningan waktu yang berjalan…sudah maju bertahap atau jalan di tempat menunggu bom waktu yang lebih besar untuk meledak.

Kulit ini terasa teriris tipis hingga darah pun enggan untuk mengalir, hanya air mata yang tak lagi terbendung dan menetes bersama busuknya diri.

Aku seolah telah beralih, namun ternyata tetap sepi dalam harapan yang mati.

aku | 8/9/2015 | terasrimbun – with Sucksbrainless

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s