RANDOM LIFE IDEA

Gimana sih hidup yang seharusnya? Apa standar tiap orang harus sama? Apa kita berhak menilai hidup seseorang dari apa yang terjadi di hidup mereka?

Sebelum melanjutkan, tulisan ini cuma “sampah” yang ada di otak gue dan gue perlu satu tempat untuk buang ini semua. Tanpa bermaksud jadiin kalian sampah, tapi gue merasa perlu berbagi ini dengan makhluk yang masih tergolong satu spesies sama gue. 

Hidup menurut gue saat ini adalah sesuatu yang mirip adegan di meja judi. Gak peduli seberapa banyak yang dipertaruhkan, keputusan harus tetap diambil dan akan menentukan posisi kita, menang atau kalah. Masalahnya, gak semua orang punya intuisi dan nasib baik dalam berjudi, perhitungan juga unsur penting dalam pertaruhan, dan ini sebabnya banyak orang gak mau mengakui bahwa hidup ini mirip “judi”.

Analogi selanjutnya adalah GADO-GADO yang menyatukan banyak unsur ke dalamnya. Satu sisi, kota bakal lihat unsur “sehat” yang terkandung di dalam sayuran segar. Tapi di sisi lain, campuran unsur “penyakit” dalam lemak saus kacang juga ada di dalamnya. Belum lagi kalo loe pada suka makan gado-gado pake nasi yang merupakan karbo sejati. Sejujurnya, perpaduan unik ini buat gue lebih mirip kayak sebuah paradoks kenyataan yang harus terus dijalanin. Kita gak mungkin nolak makan gado-gado kalo gak ada makanan lain untuk dimakan.

Analogi terakhir yang muncul di pikiran random gue kali ini adalah hidup layaknya bernafas. Semua orang,bahkan semua makhluk hidup perlu bernafas. Masalahnya, udara yang kita hirup saat ini gak layak sepenuhnya untuk kita konsumsi. Kayaknya sih sama seperti seluruh kenyataan hidup kita yang harus tetap kita “hirup” apapun komposisinya.

See,inilah hidup yang kita jalani saat ini. Mungkin ada dari kita yang bahagia karena hal-hal baik baru aja terjadi. Sebaliknya, ada sebagian yang galau bahkan takut hadapin hidup karena masalah-masalah yang muncul tanpa diharapkan. Nah, uniknya hal-hal buruk dan baik ini bukan hal kekal. Semua bisa terjadi kapan aja dan dimana aja. Seperti hidup yang mengandung kenyataan paradoksial, semua orang punya kemungkinan buruk dan baik ini.

So, tanpa gue mikir lagi..gue balik ke pertanyaan di awal tulisan ini.

Gimana sih hidup yang seharusnya? Apa standar tiap orang harus sama? Apa kita berhak menilai hidup seseorang dari apa yang terjadi di hidup mereka?

“Our life just like a game and we are the gambler.”

Chao.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s