CIGANGSA: CURUG UNIK DAN MENARIK

image2

Alam Indonesia sangat layak untuk disebut sebagai “Yang Terkaya” di muka bumi. Bukan tanpa alasan, hampir semua ekosistem alam di dunia ini dimiliki oleh Indonesia. Misalnya, ekosistem hutan hujan tropis yang memang menjadi ciri khas utama Indonesia, ekosistem padang sabana di Nusa Tenggara dan sebagian kecil wilayah Jawa Timur, ekosistem laut beserta keindahannya yang mencakup lebih dari setengah wilayah Negara Indonesia, ekosistem gunung es di puncak Jayawijaya, bahkan ekosistem padang pasir seperti di wilayah Bromo dan sekitarnya. Kekayaan alam ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki Indonesia dibanding negara lain di dunia.

Salah satu bagian dari ekosistem hutan hujan tropis yang dimiliki Indonesia adalah air terjun atau Curug (sebutan air terjun dalam bahasa Sunda). Banyak sekali Curug yang terdapat di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke kita dapat menemukan ribuan Curug dengan berbagai keunikannya masing-masing. Ada beberapa Curug yang cukup unik terdapat di Sukabumi, propinsi Jawa Barat, Indonesia. Curug tersebut antara lain, Curug Cikaso, Curug Cigangsa, dan beberapa Curug di wilayah CIleutuh Geo Park. Satu yang menarik perhatian saya Curug Luhur Cigangsa. Nama ini diambil dari nama sungai yang mengalirkan air hingga jatuh di tebing Curug tersebut.

image2

Curug Cigangsa dilihat dari kejauhan

Setiap Curug memiliki keunikannya masing-masing, termasuk Curug Cigangsa ini. Satu hal yang paling membedakan Curug Cigangsa dengan Curug lainnya adalah kontur tebing Curug yang berundak-undak dan memiliki banyak lapisan dengan ketinggian kurang lebih 100 meter. Keunikan lainnya adalah curah air yang tidak terlalu deras dan dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan karena debit air di Sungai Cigangsa dipengaruhi oleh sawah-sawah di sekitarnya yang menggunakan air sungai untuk irigasi pertanian. Jadi, bila saluran irigasi dibuka maka debit air akan berubah deras, namun bila distribusi air untuk irigasi sudah dirasa cukup, maka saluran akan ditutup kembali dan debit air kembali mengecil.

image2

Tampak depan Curug Cigangsa dengan air yang sedang tidak terlalu deras

Beruntung ketika datang ke lokasi Curug Cigangsa, debit air tidak deras sehingga saya dan beberapa teman dapat mencapai level undakan pertama dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Selintas, kami serasa berada di miniatur bebatuan Grand Canyon, Amerika Serikat. Pemandangan yang hampir tidak mungkin kami temukan di kota besar seperti Jakarta. Foto-foto dengan angle luar biasa pun mulai kami hasilkan satu demi satu. Namun demikian, faktor keselamatan tetap harus diperhatikan mengingat tebing Curug ini sangat curam dan penuh dengan batuan keras yang cukup licin bila terkena air.

 

Tebing batu yang menyerupai batuan Grand Canyon, USA.

    

Kondisi aliran sungai menuju Curug Cigangsa yang sedang surut

 
 

Aliran air sungai Cigangsa dengan debit yang kecil

   
Curug Cigangsa berada di Desa Batusuhunan Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat bagian selatan. Lokasinya berada sekitar 22 kilometer sebelum Pantai Ujung Genteng yang sudah lebih dulu populer, namun bila masih bingung, kalian dapat menggunakan Maps di Smartphone atau tanya warga sekitar agar lebih jelas. Untuk mencapai Curug Cigangsa, sangat disarankan untuk membawa kendaraan sendiri seperti mobil atau sepeda motor mengingat lokasinya yang masuk hingga pelosok. Sesampainya di Desa Batusuhunan, kendaraan dapat parkir di sekitar pemukiman warga dan warga biasanya hanya memungut biaya sangat murah untuk masuk dan parkir, yaitu sekitar 3000 rupiah/org dan 5000 rupiah/kendaraan. Jumlah ini sangat wajar bila kita juga memikirkan sumbangan pemasukan untuk membantu pembangunan Desa setempat.

image1

Wilayah persawahan sebagai “pintu masuk” menuju Curug Cigangsa

Dari tempat memarkirkan kendaraan, kalian akan berjalan kurang lebih 200 meter melewati daerah persawahan yang sangat indah dan menyusuri sungai Cigangsa hingga menuju Curugnya. Uniknya, kita akan menyusuri Curug ini dari pangkal atas aliran air, kemudian turun hingga undakan pertama Curug, padahal biasanya bila kita mendatangi obyek air terjun lokasi pertama yang kita temui adalah kaki tebing air terjun tersebut. Fasilitas jalan menuju Curug memang terlihat masih sangat minim dan perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah setempat. Selain itu, kebersihan juga perlu diperhatikan dengan menyediakan banyak tempat sampah di sepanjang jalan menuju Curug. Saat ini memang belum banyak wisatawan yang datang mengunjungi tempat ini karena lokasi yang jauh ke pelosok, namun satu atau dua tahun lagi Curug Cigangsa sangat berpotensi untuk menjadi obyek wisata unggulan Jawa Barat dan memberikan banyak manfaat bagi warga setempat.

image1

Translation:

Indonesian nature is very worthy to be called “The Richest” on earth. Not without reason, almost all natural ecosystems in the world is owned by Indonesia. For example, tropical rainforest ecosystem that is the main characteristic of Indonesia, ecosystem savannas in Nusa Tenggara and a small area of ​​East Java, the marine ecosystem and its beauty which covers more than half the territory of Indonesia, ecosystem iceberg in peak Jayawijaya Papua, even ecosystem field of sand in Bromo and the surrounding region. This natural wealth is one of the advantages of Indonesia compared to other countries in the world.
One part of the tropical rainforest ecosystem of Indonesia is the waterfall or called Curug (means: waterfall in Sundanese). Lots waterfall located in Indonesia, from Sabang to Merauke we can find thousands of Curug with various uniqueness of each. There are some pretty unique waterfall located in Sukabumi, West Java, Indonesia. The waterfall, among others, Curug Cikaso, Curug Cigangsa, and several waterfall in the area Cileutuh Geo Park. One that caught my attention is Curug Luhur Cigangsa. The name was taken from the river that drains water to fall on the cliffs of the waterfall.
Each waterfall has its uniqueness of each, including Cigangsa waterfall. One thing that most distinguishes Curug Cigangsa is the contour of steps cliff waterfall that have many layers with a height of approximately 100 meters. Another uniqueness is the bulk water that is not too heavy and can be changed at any time. This is because the water discharge in River Cigangsa affected by rice fields surrounding that use water from the river for agricultural irrigation. So, when the irrigation canal is opened, the water flow will turn heavy, but if the distribution of water for irrigation has been considered, then the channel will be closed and the water flow back to shrink.
Lucky when i came to location Cigangsa waterfall, the water flow is not heavy so I and some friends can reach the level of the first steps with the most amazing scenery. A glimpse, we’d be on the rocks miniature Grand Canyon, USA. The scenery is almost impossible for us to find in a big city like Jakarta. Photographs with an incredible angle began to produced by us, one by one. However, the safety factor should always important bacause the waterfall cliff is very steep and full of hard rock that is quite slippery when exposed to water.
Curug Cigangsa located in the Batusuhunan Village District of Sukabumi, West Java. The location is about 22 kilometers before the Ujung Genteng beach that already became popular, but if you are lost, you can use Maps on your Smartphones or ask local residents to be more clear. To reach the waterfall Cigangsa, it is advised to bring your own vehicle such as a car or a motorcycle because its location that very far to reached. Arriving in the village Batusuhunan, the vehicle can be parked around the residential area and residents usually only charge a very low cost for the entrance and parking, which is about 3000 rupiah / person and 5000 rupiah / vehicle. This amount is very reasonable when we think about the contribution of income to help the development of local village.
From the parking of vehicle, you will walk approximately 200 meters past a very beautiful rice fields and along river Cigangsa up towards the waterfall. Uniquely, we are going down this waterfall from the up base on the flow of water, then dropped to the first steps of the waterfall, but usually when we come to the object falls first location we encountered was the cliff foot of waterfall. Path facilities to the waterfall is seen still very low and needs to get more attention from the local government. In addition, the cleanliness also need to be considered by providing lots of trash along the road to the waterfall. Now, this tourism object still have less of tourists who come to visit because of the far away location, but one or two more years Curug Cigangsa potential to become a leading tourist attraction in West Java and provides many benefits for local residents.

phosphone I curugcigangsa I 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s