Movie Review: THE PHYSICIAN

  
English translation available.

Dokter adalah sebuah profesi yang MULIA. Hal inilah yang terlintas di pemikiran saya setelah menonton satu film luar biasa yang diangkat dari salah satu novel best seller karya Noah Gordon dengan judul yang sama,”The Physician”. Saya memang bukan seorang dokter, namun film ini membantu saya memahami makna yang luar biasa menjadi seorang dokter. Tidak hanya memahami tujuan profesi seorang dokter saja, tetapi juga berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh seorang dokter baik dari dalam maupun luar diri personal dokter tersebut.

“The Physician” bercerita relatif detil mengenai awal mula berkembangnya ilmu pengobatan di dunia yang berlatar di Persia. Berawal dari seorang anak berkebangsaan Inggris bernama Rob Cole yang kehilangan ibunya akibat sakit di bagian perut, alur cerita pun membawa Rob Cole berambisi untuk mendalami ilmu pengobatan secara mendalam. Padahal, di Inggris pada abad pertengahan ilmu kedokteran sama sekali tidak berkembang, masyarakat hanya mengandalkan para dukun dan yabg terparah adalah tukang cukur keliling. Kondisi ini tidak membuat Rob kecil putus asa, setelah ikut seorang tukang cukur keliling hingga remaja, akhirnya Rob pun memutuskan untuk belajar ke negeri Isfahan, Persia yang pada jaman itu menjadi pusat berkembangnya ilmu kedokteran atau pengobatan modern.

Selang waktu berganti, Rob pun berhasil belajar pada seorang ahli pengobatan modern yang sangat terkemuka sepanjang sejarah kedokteran, ia bernama Ibnu Sina. Rob diterima dengan baik sebagai murid Ibnu Sina, bahkan menjadi salah satu yang diandalkan karena bakat dan kepintarannya. Ibnu Sina, Rob beserta murid lainnya menemui banyak sekali tantangan di dalam perjalanan sekolah kedokteran mereka. Mulai dari wabah penyakit hingga anggapan bahwa mereka menyebarkan aliran sesat pun mereka terima dengan penuh kesabaran. Berbagai tantangan yang menghalangi gairah Rob pada ilmu kedokteran justru menjadikan Rob semakin bersemangat untuk menyempurnakan ilmunya. Setelah melalui berbagai tantangan yang sangat mendewasakan, akhirnya Rob pun kembali ke Inggris dan membuka sebuah rumah sakit yang menolong berbagai penderitaan penyakit masyarakat.

Hal yang menarik dari film ini bukan hanya sejarah perkembangan kedokteran yang diceritakan, namun juga pesan moral yang disampaikan. Nuansa toleransi antar agama sangat terasa di sepanjang film. Tokoh Rob yang berlatar agama Kristen harus menyesuaikan dirinya dengan Ibnu Sina yang Muslim dan komunitas Yahudi tempatnya bernaung. Bahkan, sekalipun terjadi berbagai pergolakan yang bernuansa intoleran, Rob, Ibnu Sina, dan keluarga Yahudinya tetap saling menghormati. Ilmu pengetahuan tidak mengenal batasan kepercayaan untuk berkembang. Inilah yang begitu berkesan bagi saya setelah menonton film dengan dialog yang kuat ini.

  
Secara teknis, film ini tidak perlu diragukan lagi. Sinematografi, alur cerita, penokohan, hingga setiap detil film ini disampaikan secara jelas dengan tempo yang nyaman untuk diikuti. Secara keseluruhan, bagi saya film ini dapat dikatakan hampir sempurna dengan nilai 9.5 dari skala 10. Sayangnya, film ini tidak begitu terdengar di Indonesia, namun saya sangat merekomendasikan film ini untuk Anda tonton.

Banyak pelajaran yang didapat dari film ini. Selain mempelajari sejarah, toleransi, saya juga mendapatkan banyak pengetahuan tentang dunia kedokteran. Akhirnya,yang paling utama adalah bagaimana saya semakin menghargai profesi Dokter sebagai pekerjaan yang mulia dalam sejarah kemanusiaan.

  

Translation:

Doctor is a NOBLE profession. This is what comes to my mind after watching an incredible movie adapted of the best-selling novel Noah Gordon’s that has same title, “The Physician”. I was not a doctor, but this film helped me understand the tremendous significance of being a doctor. Not only understand the purpose of the profession of a physician, but also the challenges that must be faced by a physician from both inside and outside of the personal doctor.
“The Physician” relative tells details about the beginning of the development of medicine in the world , especially in Persia. Starting from a child Englishman named Rob Cole who lost her mother because of pain in the abdomen, the storyline was brought Rob Cole’s ambition to explore the science of medicine in depth. In fact, in England in medieval medical science did not develop, people rely on traditional healers and the worst travelling barbers. These conditions do not make small Rob despair, after taking part with a travelling barber until adolescence, Rob finally decided to learn at Isfahan, Persia. At that time, this land became the center of the development of medical science or modern medicine.
An interval switch, Rob even managed to learn in a modern medical experts are very prominent in the history of medicine, he was named Ibn Sina. Rob was well received as a student of Ibn Sina, even becoming one of the unreliable because of the talent and intelligence. Ibn Sina, Rob along with other students to meet a lot of challenges in the way of their medical school. Starting from the plague until an assumption that they spread their cult was received with great patience. Various challenges didn’t decreased Rob passion in medicine, but actually makes Rob increasingly eager to enhance their knowledge. After going through various challenges that are very mature, Rob finally returned to England and opened a hospital that helps various disease which suffering people.
The interesting thing about this film is not only the history of the development of medicine as told, but also the moral message conveyed. Shades of religious tolerance are felt throughout the film. Rob figures set in Christianity must adapt itself to the Ibn Sina were Muslim and Jewish communities. In fact, despite a wide range of intolerant conflict, Rob, Ibn Sina, and Jewish families remain respectful. Science knows no boundaries of trust to develop. This is what is so memorable to me after watching the film with this powerful dialogue.
  

Technically, the film is not in doubt. Cinematography, storyline, characterization, until every detail of the film is conveyed clearly with the tempo that comfortable to follow. Overall, for me this film can be said to be almost perfect with a value of 9.5 on a scale of 10. Unfortunately, this film does not so heard in Indonesia, but I highly recommend this movie to watch.
Many lessons learned from this film. In addition to studying history, tolerance, I also get a lot of knowledge about the world of medicine. Finally, the main thing is how I grew to appreciate a doctore as a noble profession that work in the history of humanity.

thephysicianmovie | moviereview | 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s