Celoteh Otak: Racun yang Membangun

  
Akhirnya, gw punya waktu merenung untuk menuangkan pemikiran gw ke tulisan. Pertama, mohon maaf karena tulisan ini mungkin nggak pakai bahasa baku dan strukturnya pun berantakan. Gw takut inti apa yang ingin gw sampaikan ini terganggu sama kerumitan struktur bahasa dan aturan-aturan lainnya. Jadi, gw akan coba nulis apa adanya dari otak yang udah dikasih Tuhan ini.

Okeee, langsung aja…intinya adalah gw mulai ngrasa pikiran, hati, dan seluruh tubuh gw ini diracunin sama hal-hal negatif yang muncul dari berbagai media yang gw konsumsi sehari-hari. Sebut aja TV, radio, majalah, bahkan media sosial jejaring kayak FB, Instagram, dan lainnya. Emang sih, jujur gw masih butuh banget konsumsi semua konten media modern ini, tapi entah sampai kapan bertahan kalau tiap hari otak gw dijejelin informasi negatif yang sama sekali gak bertanggung jawab. Sepertinya, gw belajar sesuatu kalau segala sesuatu di dunia ini selalu bisa dilihat dari dua kutub yang berbeda (negatif dan positif). Nah, capeknya adalah ketika kita dipaksa untuk menyaring semua yang memang bener-bener kita butuhkan. Masalahnya, nyaring informasi itu nggak kayak nyaring serbuk teh, butuh lebih banyak energi dan lebih memeras otak di dalam prosesnya. Belum lagi kalau kita harus ngadain konfirmasi atas informasi yang kita terima, maklum hari-hari ini banyak muncul media abal-abal yang sama sekali gak ngejalanin etika pemberitaan. Semua dilakukan dalam rangka berpolitik dan ujung-ujungnya “DUIT”. Damn!!!!. Yang bikin lebih nyesek adalah ketika gw tahu yang bener dan seharusnya tapi gw belum punya kapasitas dan kekuatan untuk berbuat sesuatu.

Mungkin tulisan gw ini terasa seperti keluhan anak-anak alay yang tanpa solusi, tapi di akhir penulisan ini gw memang bukan bertujuan mencari solusi. Gw mau nyampein beberapa hasil perenungan gw atas keluhan yang gw sampaikan sebelumnya. Ada beberapa hal yang bisa gw petik dari kekejian pemerkosaan realita yang dilakukan oleh media informasi Indonesia saat ini:

1. Kondisi media yang udah “porak-poranda” ini adalah sarana kita sebagai warga sipil untuk berlatih menghadapi segala macam bentuk terpaan informasi yang dikasih media massa. Suatu saat nanti, masyarakat Indonesia bakal jadi masyarakat cerdas yang nggak lagi bisa dibodohin media massa dan semakin berpikir kritis tentang informasi apapun yang kita konsumsi.

2. Informasi bukan ranah monopoli kaum pekerja berita aja. Saat ini masyarakat awam pun berhak mendapat dan menyampaikan berita (konsep citizen journalism). Soal etika dan berbagai elemen di dalamnya, kembali lagi ke pemikiran pertama gw. Dengan kondisi saat ini, suatu saat masyarakat akan cerdas dan belajar tentang berbagai teori yang sebelumnya hanya dimonopoli oleh para pekerja media massa.

3. Kondisi “buruk” media massa saat ini sebenarnya baik juga untuk para insan media massa. Pada akhirnya, situasi ini akan menyaring media massa sekaligus para pekerja di dalamnya jadi dua kelompok besar yaitu kaum negatif dan positif. Nantinya akan semakin terlihat, siapa saja yang mendukung pemberitaan positif yang konstruktif dan siapa saja yang senang menyampaikan berita negatif destruktif. Hal ini akan semakin mamanaskan persaingan di dunia industri media. Hingga pada satu titik ketika masyarakat sudah cerdas/melek media, maka masyarakat pun akan lebih memilih media yang positif dan bersifat membangun.

Yaaa, kira-kira seperti inilah isi kepala gw saat ini. Agak rumit ya? Maaf kalo membingungkan, tapi kembali lagi ke tujuan gw nulis ini, bukan untuk sekedar cerita keluhan, tapi gw harap ada sesuatu yang bisa gw bagikan dan berguna untuk kehidupan. Jadi, walaupun kesannya hidup dan cara pandang kita ini penuh dengan keluhan, tapi tujuan kita harus tetap positif dan optimis ke arah yang lebih baik lagi. Gbu

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s