Surga dan Neraka?


Berawal dari sebuah pertanyaan tentang “Apakah surga dan neraka itu benar-benar ada?”, maka ide ini pun dimulai.

Bagi budaya timur, keberadaan tentang surga dan neraka jauh lebih berarti daripada mereka yang hidup di belahan dunia barat. Logika dan sekularisme yang begitu kuat berpengaruh di barat membuat agama kurang begitu laku sehingga surga dan neraka pun hanya dianggap sebatas mitos belaka. Sebaliknya pada tradisi timur yang lebih sensitif dan religius, surga dan neraka dipercaya ada bahkan seringkali dianggap sebagai alasan seseorang untuk tetap beragama. Surga adalah tujuan akhir bagi mereka yang hidup benar dan neraka sebaliknya, tempat dimana api, ratap, dan kengerian setelah kematian terjadi.

Hampir semua agama yang ada di dunia mengajarkan tentang adanya tempat indah bagi orang-orang baik yang bernama surga dan neraka sebagai tempat bagi orang-orang penuh dosa. Memang sebagai orang yang masih hidup, kita tak akan pernah tahu apakah benar adanya tentang keberadaan dua tempat yang sangat bertolak belakang ini. Namun demikian, banyak sekali orang yang masih melihat surga sebagai “imbalan” atas kebaikan yang dilakukan selama hidup dan neraka sebagai “hukuman” atas dosa yang telah kita lakukan. 


Bagi saya, surga dan neraka adalah konsep yang menjadi akumulasi atas pilihan hidup seseorang. Bergantung pada pilihan seseorang, baik surga maupun neraka memiliki potensi yang sama untuk dialami. Surga dan neraka adalah sebuah pilihan khusus yang Tuhan tawarkan pada manusia sejak awal menjalani kehidupan. Seseorang akan menikmati surga ketika selama hidup banyak hal-hal baik yang ia lakukan. Hal ini terkait dengan berbagai hal positif yang mengisi pikiran dan hati mereka sehingga ketika berada di alam baka, mereka akan mengalami surga. Sebaliknya, neraka hadir sebagai manifestasi berbagai kenyataan negatif, buruk dan pahit yang dipilih seseorang selama hidupnya. Dengan kata lain, menurut saya hadirnya surga dan neraka sangat bergantung pilihan hidup seseorang selama hidupnya. Hal ini tak lebih dari sebuah konsekuensi, bukannya sebuah “imbalan” atau “hukuman” seperti yang banyak orang pikirkan.

Hal menyedihkan dari surga dan neraka adalah ketika dua konsep berkebalikan ini dijadikan sebuah jangkar bagi eksistensi agama-agama agar tidak kehilangan pengikutnya. Seringkali kita digiring pada pemahaman bahwa agama adalah “kunci” seseorang mendapatkan surga(nya) setelah selesai di kehidupan. Padahal menurut saya, pemahaman ini cukup menyesatkan karena membuat seseorang tak lagi menganut agama atau percaya Tuhan atas dasar kebutuhan cinta, namun lebih karena takut masuk neraka dan ingin menikmati surga.


Untuk mengakhiri pemikiran saya ini, saya tidak akan menggiring semua untuk sepaham dengan saya. Sama sekali TIDAK. Tetapi, saya akan mengajak kita semua untuk merenungkan kembali tentang keberadaan surga dan neraka tersebut. Apa yang sebenarnya menjadi hal terpenting dari surga dan neraka? Apakah bentuk surga yang indah dan neraka yang menakutkan? Apakah berbagai cara untuk mendapatkan surga dan menghindari neraka?…….atau……makna mendalam dari berbagai KEBAIKAN yang dimiliki surga untuk kemudian diwujudkan dalam kehidupan manusia dan berbagai KEBURUKAN yang dimiliki neraka untuk kemudian ditinggalkan dalam kehidupan nyata???

Semua kembali pada Tuhan sebagai penentu segalanya, manusia tidak berhak melakukan penghakiman apapun…Karena pada akhirnya, TUHAN ALLAH adalah Kebenaran dari kebaikan yang sejati itu sendiri.


Terimakasih & Chao……
mind | phosphone | 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s