Movie review: Arrival

arrival_hk

“Bahasa adalah dasar dari sebuah peradaban…”.

Kalimat ini menjadi perhatian khusus bagi saya ketika pertama menyaksikan film Arrival. Kalimat tersebut diceritakan muncul dalam sebuah pembuka yang digunakan oleh Dr. Louise Banks (Amy Adams) pada pidatonya sebagai seorang ahli bahasa. Sekilas, kalimat ini seperti biasa saja muncul dalam dialog antara karakter Dr. Louise Banks dan Ian Donnely (Jeremy renner), padahal kalimat ini bagi saya merupakan satu clue penting untuk memahami makna yang terkandung dalam film ini.

Awalnya saya pikir film yang diangkat dari sebuah cerita pendek berjudul “Story of Your Life” karya Ted Chiang ini sebagai film sci-fi biasa yang mengikutsertakan alien dalam alur ceritanya. Namun, saya semakin tertarik untuk menyaksikan film ini ketika seorang teman merekomendasikan bahwa film ini sangat menarik dan mempunyai makna penting di balik ceritanya. Mengetahui hal ini, saya pun bergebas mencari waktu untuk menyaksikan Arrival. Saya tidak akan bercerita tentang sinopsis Arrival, tetapi saya akan lebih berbagi tentang kesan yang saya dapatkan setelah menyaksikannya dan merenungkan makna di film tersebut.

Bila kita melihat pada keberadaan bahasa dalam kehidupan, saya yakin banyak diantara kita yang setuju bila saya katakan bahasa memiliki peran yang sangat penting di dalam evolusi kehidupan manusia. Bahasa manusia begitu berkembang dari masa ke masa seturut perkembangan kecerdasan manusia itu sendiri. Bahasa menjadi unsur penting dalam komunikasi yang mampu menyampaikan makna maupun menjadi makna itu sendiri. Bahkan setelah menyaksikan Arrival, saya menyadari bahwa bahasa lahir dari pola pikir manusia dan sanggup mempengaruhi pola pikir manusia yang mungkin baru mempelajari satu bahasa tertentu.

arrival-language-2jpeg

Film Arrival menceritakan tentang sistem pola bahasa Alien yang tidak terpengaruh unsur waktu (non-linear) seperti layaknya bahasa manusia yang linear. Bahasa yang tampak seperti lingkaran dengan pola acak ternyata memiliki makna yang pada akhirnya dapat dimengerti oleh Dr. Louise dan Ian. Mereka (Louise dan Ian) terus mempelajari pola ini hingga akhirnya dapat berkomunikasi dengan sang Alien tersebut. Hebatnya, lebih dari sekedar belajar, Dr. Louise bahkan mampu mengetahui pola pikir Alien dan maksud kedatangan mereka di beberapa titik dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari “kerendahan’ hati Dr. Louise untuk berusaha memahami tanpa mengambil kesimpulan lebih jauh tentang maksud kedatangan para Alien tersebut.

Sikap “ke-rendah hati-an” Dr. Louise untuk tidak cepat mengambil kesimpulan ini seharusnya dimiliki oleh kita (manusia dalam kehidupan nyata) saat berusaha menafsirkan tentang suatu hal atau berkomunikasi dengan sesama manusia. Sebaliknya, film Arrival justru menampilkan sebuah realita dimana manusia secara umum digambarkan sebagai makhluk hidup yang paranoid, penuh kecurigaan, dan cenderung bersikap agresif terhadap sesuatu yang baru dan asing seperti para Alien tersebut. Akhirnya saya pun berpikir, bukankah memang itu penggambaran yang benar atas sikap umat manusia di seluruh dunia belakangan ini?.

Seluruh penjuru dunia tampak digambarkan begitu ketakutan terhadap kedatangan para Alien dan berencana segera menyerang lebih dulu sebelum para Alien menyerang, begitulah prediksi strategi yang diceritakan dalam film. Pesan yang disampaikan oleh Alien ditafsirkan secara negatif oleh manusia, tanpa adanya konfirmasi atas pemahaman yang sebenarnya. Padahal, manusia juga baru saja belajar mengenai bahasa yang digunakan oleh para Alien. Satu kata weapon (senjata) dari Alien langsung diartikan oleh manusia sebagai tujuan menginvasi bumi dan segala isinya. Miskomunikasi terjadi!. Padahal, senjata yang dimaksud adalah bahasa dan makna dalam kata-kata itu sendiri. Para Alien ingin membantu manusia untuk bersatu dan suatu saat pada masanya (menurut film sekitar 3000 tahun mendatang) nanti para Alien pun membutuhkan bantuan manusia.

11arrivaljp1-master675

Miskomunikasi ini menjadi satu perenungan lain ketika saya menyaksikan film ini. Proses komunikasi tidak berjalan baik antara manusia dan para Alien. Sikap paranoid dan agresif sudah membutakan manusia sehingga berburuk sangka terhadap sesuatu yang asing dan baru. Hal ini seringkali terjadi dalam level tradisi dan budaya, ketika tidak sesuai dengan budaya yang sudah mengakar lama dalam sebuah komunitas, kita bisa saja ditolak dan mengalami gagal komunikasi dalam komunitas tersebut. Sayangnya, sikap penolakan ini seringkali dilakukan secara agresif tanpa adanya upaya memahami dan mempertimbangkan berbagai nilai positif yang terkandung di dalamnya. Kondisi ini pun terus berulang terjadi dari satu generasi ke generasi lainnya. Tidak hanya budaya, semua produk yang muncul dari pola pikir manusia seperti agama dan karakter bangsa pun mengalami hal yang serupa.

Film Arrival adalah film luar biasa bagi saya untuk membuka tahun baru 2017 ini dengan berbagai resolusinya. Perubahan pola pikir menjadi lebih terbuka terhadap segala kemungkinan dapat menjadi dasar kemajuan peradaban manusia. Bahasa menjadi satu pengantar penting dalam proses evolusi peradaban ini, dan menurut saya proses ini akan berlangsung selama makhluk hidup “berkeliaran” di alam semesta. Sikap menghakimi dan merasa paling benar akan selalu ada di benak para manusia, ini tidak dapat dihilangkan paksa karena sudah menjadi sebuah karakter manusia di abad ini. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai bagian dari peradaban manusia abad ini mulai membuka diri terhadap berbagai misteri alam semesta yang belum terungkap dan menggunakan bahasa untuk membangun sebuah peradaban yang lebih baik dari sebelumnya.

mv5bmty1nzk4odc5ov5bml5banbnxkftztgwmja0ndq1mdi-_v1_sx1500_cr001500999_al_

phosphone I arrival I moviereview I 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s