PEMUJA SEKALIGUS PEMBELAJAR

1

Berawal dari mengidolakan seseorang, entah karena karyanya, sikapnya, pemikiran, atau sekedar gayanya, manusia bisa saling terikat dan saling memuja satu dengan lainnya. Fenomena wajar yang terjadi dalam kehidupan seorang manusia ini dapat menjadi titik awal untuk pilihan sikap selanjutnya. Menjadi sekedar pemuja, pengikut atau bahkan peniru menjadi sebuah preferensi sikap bagi kita terhadap siapapun yang menjadi idola.

Masalahnya dalam prinsip hidup yang saya yakini, sesuatu yang berlebihan tidak akan menghasilkan hal yang proporsional dalam kebaikan. Begitu juga sikap pemujaan terhadap sesuatu secara berlebihan pun tidak menjamin mendatangkan hal positif, sekalipun sesuatu tersebut adalah keyakinan spiritual atau konsep ketuhanan. Dalam hal pemujaan terhadap manusia yang dianggap idola oleh manusia lain, kerentanan akan hal-hal negatif pun tidak dapat dihindari.

Mungkin manusia memang mempunyai “desain” psikologis untuk menyukai apapun yang ada dalam kehidupannya, namun bila dilakukan secara berlebihan tentu justru akan mendatangkan hal buruk layaknya makan dalam jumlah berlebihan dan akhirnya muntah karena terlalu kenyang. Hal ini belum termasuk dampak bila pribadi yang diidolakan ternyata tidak se-sempurna harapan mereka yang mengidolakan.

Sebenarnya sudah banyak hal sederhana untuk mencontohkan sikap memuja berlebihan ini. Banyak sekali kasus yang terjadi pada pribadi yang diidolakan secara berlebihan seperti Michael Jackson, Britney Spears, atau Taylor Swift yang harus merasakan ancaman dari para fans setia mereka di atas panggung. Bahkan tidak sedikit yang harus berakhir kematian di tangan pemuja mereka seperti John Lennon atau Mahatma Ghandi. Bila kita ingat, kasus video porno Ariel Peterpan dan Luna Maya di Indonesia beberapa waktu lampau pun memunculkan para fans “sakit hati” yang tidak sedikit dan berakhir dengan caci maki mereka terhadap sang idola. Semua kebencian bahkan pembunuhan yang lahir dari perasaan sakit hati akibat “terlalu” memuja ini tampaknya lebih parah daripada sekedar kebencian biasa.

Hal ini menjadi semakin buruk bila tingkat pemujaan sudah menjadi hasrat untuk mengikuti bahkan meniru sang idola. Bayangkan apa yang terjadi bila idola mereka menyakiti harapan yang telah mereka bentuk sejak awal. Saya pikir dampaknya akan lebih mengerikan daripada ketika seseorang kehilangan barang karena dirampok di jalan.

29378829d91b8d04d92faf78c58f3a95

Kemudian, muncul pertanyaan dalam benak saya, “Lalu, bagaimana mengatasi perasaan suka atau cinta terhadap sesuatu atau seseorang yang begitu berlebih?”. Hal ini menjadi pertanyaan penting bagi saya karena perasaan suka atau cinta yang berlebihan ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihilangkan atau diabaikan. Manusia memang memiliki kecenderungan ini dalam psikologis yang tertanam dalam setiap sel tubuh serta jiwa kita.

Mungkin saya belum dapat jawaban yang tepat atas pertanyaan di benak saya tersebut, namun muncul beberapa ide dalam pikiran saya. Salah satu yang muncul dan berulang-ulang hadir dalam alam pemikiran saya adalah mengubah energi suka tersebut menjadi sikap untuk belajar dan menghasilkan hal positif dari apa yang kita pelajari dari obyek pemujaan kita tersebut. Memang hal ini rasanya masih terlalu abstrak dan terkesan sangat idealis, namun bukan berarti tidak dapat dilakukan bukan?

Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan hal apapun yang ada di sekitarnya, termasuk dengan perasaan suka atau cinta yang berlebihan ini. Bila pemujaan berlebihan rentan memunculkan perilaku yang destruktif, maka sangat mungkin juga menghadirkan sisi yang konstruktif. Perasaan yang berlebihan ini memang tidak dapat dihindari namun bukan berarti tidak dapat diakali. Pada akhirnya menjadi seorang pemuja, pengikut, atau peniru sekalipun dapat dialihkan untuk menjadi seorang pembelajar. Untuk sesuatu yang lebih baik, kenapa tidak?

_worship-as-a-lifestyle

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s