Movie Review: BLACK PANTHER, Pemanjaan Mata, Cerita Bermakna, dan Emansipasi Wanita.

Kalo ada pertanyaan film apa yang paling gw tunggu di 2018 ini, jawabannya adalah Black Panther. Satu film superhero Marvel Universe yang baru saja dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Valentine, 14 Februari yang lalu. Satu hal yang jadi alasan gw nunggu banget film ini adalah nuansa baru dari Superhero khas Marvel yang biasanya didominasi latar belakang Eropa atau Amerika. Black Panther mengangkat kisah yang terjadi di benua Afrika yang tentunya juga akan didominasi oleh karakter dengan budaya benua Afrika juga. Buat gw, hal ini jadi satu alasan kuat untuk nungguin film Black Panther rilis dan tentu alasan tersebut juga diikuti dengan harapan besar dari berbagai macam aspek.

bp1_post_master

Akhirnya, 2 hari setelah rilis di Indonesia gw langsung nonton film ini. Layaknya film-film Marvel lainnya, premiere film Black Panther penuh banget. Bahkan, setelah gagal dapat tiket jam 16.30, di show 19.30 gw dapetnya bangku deretan paling depan. Hehehe, nggak masalah karena gw dapet tiket gratisan untuk nonton di Premiere. (Kalo bukan hadiah kuis, mana mungkin bisa)

Lanjut ke Black Panther, gw nggak akan bahas detil film-nya. Untuk masalah ini sebaiknya kalian tonton sendiri aja, biar gw nggak dihujat spoiler. Kali ini gw cuma mau menceritakan sedikit tentang kesan yang gw dapet setelah nonton film Superhero keluaran Marvel Studios ini. Jujur, setelah gw renungkan lagi, lebih banyak kesan positif yang terlintas di pikiran gw ketimbang hal negatif dari film ini.

Pertama, secara audio visual gw merasa sangat dimanjakan dengan keseluruhan kemasan film Black Panther. Sejak awal film sampai akhir (termasuk klip tambahan di akhir) film Black Panther dihiasi oleh aura khas Afrika yang menurut gw eksotis banget. Mulai dari kostum-kostum berwarna cerah khas Afrika, detil latar yang menunjukkan belantara Afrika, sampai irama-irama khas Afrika yang mistis dan memancarkan semangat. Semua hal ini sangat menyatu dan menghasilkan kemasan cantik yang cukup memanjakan secara audio visual.

Black-Panther-Golden-City-790x327

Kesan cantik benua permata hitam ini benar-benar dirangkai jadi kemasan yang unik di film Black Panther. Tradisi perang antar suku dan kisah awal mula peradaban manusia pun disinggung dalam beberapa scene yang ditampilkan. Wakanda, tempat asal T’Challa sang Black Panther pun diceritakan berada terpencil dan sangat rahasia di tengah rimbunnya hutan belantara benua Afrika. Flora dan fauna khas Afrika pun digambarkan begitu apik di seluruh bagian film, tentunya beserta alam Afrika yang indah seperti lembah, hutan, pegunungan, air terjun, bahkan momen matahari terbenam. Menurut gw, Black Panther benar-benar mengangkat Afrika beserta segala hal yang terkait di dalamnya.

Kedua, menurut gw yang jauh lebih menarik lagi adalah isi cerita yang berbobot dan penuh makna. Jadi, Wakanda ini kan satu wilayah di benua Afrika yang dapat anugerah satu mineral hebat yang namanya Vibranium. Nah, mineral inilah yang pada akhirnya jadi bahan dasar untuk Wakanda mengembangkan peradabannya bahkan jauh di atas bangsa mana pun di dunia ini. Seiring perkembangan dunia yang semakin anarkis dan sikap saling menghancurkan satu bangsa dengan bangsa lainnya, Wakanda pun memutuskan untuk mengisolasi diri dari pengaruh luar dengan merahasiakan peradaban majunya dengan bahan dasar mineral Vibranium.

Black-Panther-cast

Wakanda selalu dipimpin oleh seorang raja yang juga merupakan perwujudan dewa Bast (Macan Kumbang/Black Panther) pelindung bangsa ini. Ternyata, kekayaan serta majunya peradaban Wakanda adalah sebuah dilema besar bagi setiap Black Panther yang berkuasa di negara tersebut. Pada satu sisi, kehebatan Wakanda adalah potensi besar bangsa ini menolong bangsa lain di dunia yang mengalami penindasan atau kesusahan. Atas nama kemanusiaan, kekuatan Wakanda dapat menjadi “surga” bagi seluruh kekacauan di dunia. Namun, di sisi lain tingginya teknologi dan pesatnya peradaban Wakanda akan sangat terancam bila terekspose ke dunia luar. Selain itu, Wakanda juga tetap harus berjuang untuk fokus pada hal-hal baik, padahal dengan kekuatan yang dimiliki Wakanda mampu menguasai seluruh dunia.

Inilah dilema yang juga jadi akar permasalahan Wakan dari masa ke masa. Menurut gw, kisah bermakna ini cukup berbobot untuk dijadikan analogi kondisi peta kemajuan peradaban dunia saat ini. Ada satu sisi baik dimana negara-negara maju saat ini perlu membantu negara-negara lain yang mungkin kesusahan. Namun, di sisi lain majunya sebuah negara juga merupakan satu ancaman besar bagi keberadaan negara-negara yang tidak terlalu maju. Film ini tidak menghakimi mana yang baik dan buruk, tapi memberikan sebuah solusi bahwa kemajuan yang dimiliki sebuah bangsa dapat menjadi dasar kuat membantu bangsa lain yang berkekurangan. Namun, bersamaan dengan itu negara dalam kondisi seperti Wakanda tetap harus mempertahankan diri dari nafsu untuk menguasai bangsa-bangsa lainnya.

Hal terakhir yang jadi kesan gw terhadap film ini adalah emansipasi wanita yang terlihat cukup ditampilkan dalam setiap sisi cerita. Seperti kita ketahui, hampir seluruh bangsa di benua Afrika punya tradisi patriarkis yang cukup kental. Segala hal dalam kehidupan dikendalikan atau diputuskan oleh kaum pria. Namun dalam film Black Panther agak berbeda. Tanpa mengurangi makna “pria sebagai pemimpin”, Wakanda menempatkan wanita dalam posisi yang sangat penting, terhormat dengan peran yang cukup krusial.

BlackPanther-Women

Ibu T’Challa sang Black Panther jelas berperan sebagai ratu Wakanda yang sangat disanjung dan punya hak suara dalam pemerintahan layaknya Ratu. Selain itu, adik dari Black Panther yang bernama Shuri memegang penuh kendali teknologi di seluruh Wakanda. Shuri adalah ujung tombak pesatnya kemajuan teknologi Wakanda dibandingkan bangsa mana pun di dunia. Nakia, yang merupakan kekasih T’Challa juga bukan karakter yang biasa. Ia adalah seorang aktivis kemanusiaan, mata-mata, sekaligus wanita perkasa yang sangat berperan untuk mengembalikan tahta T’Challa setelah kalah dari Killmonger. Akhirnya, yang paling penting adalah para pasukan elite Wakanda yang berfungsi sebagai pengawal raja. Pasukan ini bernama Dora Milaje dan seluruhnya merupakan wanita-wanita petarung yang sangat loyal pada pemerintahan Wakanda.

Berbagai karakter wanita di film Black Panther menurut gw merupakan hal baru dalam Marvel Cinematic Universe yang didominasi oleh kaum adam. Memang ada superhero wanita semacam Black Widow dari Avenger atau Gamorra dalam Guardian of Galaxy, tapi sepengetahuan gw belum ada Superhero Marvel yang dikelilingi oleh karakter wanita hebat seperti Black Panther.

Secara keseluruhan, gw merasa film Black Panther seolah ingin mengangkat berbagai pihak yang dianggap minoritas dalam kehidupan. Ras kulit hitam, bangsa-bangsa di benua Afrika, dan para wanita adalah beberapa contoh yang kuat menjadi karakter inti dalam Black Panther. Hal ini baik sekaligus menarik mengingat superhero Marvel banyak didominasi oleh pria. Dari segi teknis, penyampaian cerita, dan visual effect yang ditampilkan, bagi gw sudah mendekati kata sempurna. Jujur nih, agak sulit bagi gw untuk menemukan kekurangan di film ini. Satu-satunya yang menurut gw jadi kekurangan adalah Black Panther tergabung dalam The Avengers, hehehe.

Khusus untuk yang belum nonton, selamat menikmati filmnya ya. (Poin 4,5 dari skala 5)

black-panther-2017-101010-1

phosphone I Movie review I Black Panther I 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s